NDUGA - Di tengah kekeringan panjang yang berdampak pada kehidupan warga, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema mendatangi Kampung Ninggea, Distrik Ninggeagin, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (8/9/2026).
Kehadiran prajurit tidak hanya untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Mereka juga berdialog langsung dengan warga, menyerap aspirasi, serta membantu kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.
Kegiatan dipimpin Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 1 Titik Kuat (TK) Ninggiyagin, Letda Inf I Komang Oka Antara, bersama personel Satgas.
Setibanya di Kampung Ninggea, prajurit terlebih dahulu melakukan pengamanan di sekitar permukiman. Setelah situasi dipastikan kondusif, personel menyambangi honai warga dengan pendekatan humanis melalui prinsip 3S, Senyum, Sapa, dan Salam.
Dalam pertemuan tersebut, prajurit berbincang langsung dengan masyarakat. Warga menyampaikan sejumlah persoalan yang muncul akibat kekeringan berkepanjangan.
Kondisi tersebut membuat tanaman kebun warga mengalami kerusakan. Dampaknya, ketersediaan bahan pangan pokok ikut terbatas.
Warga berharap distribusi bantuan logistik dari pemerintah dapat dilakukan secara merata hingga kondisi alam kembali memungkinkan masyarakat mengolah lahan pertanian mereka.
Selain berdialog, personel Satgas juga memberikan bantuan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat.
Tenaga Kesehatan Satgas, Pratu Sultan Ade, melakukan pemeriksaan tekanan darah, membagikan vitamin, serta menangani seorang anak perempuan berusia 10 tahun, Tefria Telenggen, yang mengalami infeksi bisul.
Tindakan tersebut mendapat sambutan positif dari keluarga Tefria, termasuk Ibu Yanis Talenggeng, serta masyarakat Kampung Ninggea.
Kegiatan kesehatan itu menjadi bagian dari upaya Satgas untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses di wilayah pedalaman.
Komandan Titik Kuat (Dan TK) Ninggiyagin, Lettu Inf Sahli, mengatakan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara prajurit dan masyarakat.
“Kehadiran kami di Kampung Ninggea bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan wilayah, melainkan hadir sebagai saudara yang siap mendengar, merasakan, dan membantu kesulitan rakyat. Walaupun dihadapkan pada keterbatasan bahasa dan dinamika di lapangan, senyum serta kehangatan warga menjadi pendorong semangat kami untuk terus menebar kebaikan dan memberikan rasa aman, ” ujar Lettu Inf Sahli.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat membantu prajurit memahami kondisi warga secara lebih dekat, termasuk berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi alam.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah.
“TNI lahir dari rakyat dan ada untuk rakyat. Melalui komunikasi sosial yang harmonis serta kepedulian nyata di bidang kesehatan dan pangan, kami ingin memastikan stabilitas keamanan di Kabupaten Nduga tetap terjaga. Kami juga berupaya menyuarakan aspirasi warga terkait dampak fenomena kekeringan ini agar mendapatkan perhatian yang tepat, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat Papua, ” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P.
Kegiatan di Kampung Ninggea berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Bagi warga, kunjungan prajurit menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung. Sementara bagi Satgas, interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah perbatasan.
Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema selanjutnya berkomitmen menjaga komunikasi dengan warga serta terus mendorong terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Nduga.
(Pen Yonif 742/SWY)

Updates.