NDUGA - Senyum merekah menghiasi wajah para mama Papua di Pasar Kampung Ninggeyagin, Distrik Nenggeagin, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (19/5/2026). Pemandangan penuh kehangatan itu tercipta saat personel Pos TK Ninggeyagin Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY memborong seluruh hasil tani yang mereka jajakan sejak pagi. Aksi tanpa pamrih ini tak hanya mengakhiri penantian para pedagang cilik, namun juga membawa pulang kebahagiaan dan penghasilan bagi keluarga mereka.
Di tengah tugas pengamanan yang diemban di wilayah perbatasan, para prajurit TNI ini menunjukkan kepedulian mendalam terhadap kehidupan masyarakat setempat. Mereka tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai agen penggerak roda perekonomian warga.
Semua berawal dari pandangan Sertu Muh Rifki Wahyu Aprelian, Bamin Log Pos TK Ninggeyagin, yang melihat para mama Papua dengan sabar menanti pembeli. Buah-buahan segar dan aneka sayuran hasil kebun mereka terhampar, siap untuk dijual. Hati para prajurit tergerak oleh rasa empati.
Tanpa basa-basi, seluruh dagangan tersebut dibeli habis oleh para personel Satgas. Seketika, pasar kampung yang tadinya sepi menjadi ramai oleh senyum bahagia. Para mama Papua dapat segera pulang, membawa rezeki untuk keluarga tercinta.
Lettu Inf Sahli, Danpos TK Ninggeyagin, menegaskan komitmen Satgas di wilayah tersebut. “Kehadiran kami di Ninggeyagin bukan hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga harus menjadi solusi bagi masyarakat. Kami ingin mama-mama Papua bisa pulang dengan tenang dan membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Kepedulian seperti inilah yang ingin terus kami hadirkan di tengah masyarakat, ” ujarnya.
Pendekatan humanis, menurut Lettu Inf Sahli, merupakan kunci dalam membangun hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di daerah penugasan. Ia percaya bahwa tindakan nyata seperti inilah yang akan menumbuhkan rasa percaya dan kedekatan.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif anggotanya. Ia melihat aksi tersebut sebagai cerminan semangat pengabdian prajurit TNI di tanah Papua.
“Tugas pengamanan perbatasan harus mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat, termasuk membantu ketahanan ekonomi warga. Kami ingin kehadiran Satgas membawa rasa aman, kebahagiaan, dan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, ” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Meskipun hanya melibatkan sekitar 10 personel Satgas, aksi sederhana ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Kampung Ninggeyagin. Lebih dari sekadar peningkatan pendapatan, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi dan ikatan emosional antara TNI dan masyarakat di ujung timur Indonesia.
Di tengah tantangan medan Papua Pegunungan yang khas, semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan prajurit Yonif 742/SWY menjadi simbol kokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebuah bukti nyata pengabdian di perbatasan negeri.
(PERS)

Updates.